MATASINA, ELTHA DELFIANY CHAYANI (2025) PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI TOPIKAL GEL EKSTRAK DAUN SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) DAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH OSTEOBLAS PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS). Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.
956 FKG-ABSTRAK.pdf
Download (345kB)
956 FKG-BAB I-II.pdf
Download (645kB)
956.pdf
Download (4MB)
Abstract
Bedah pre prostetik merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk dan kondisi tulang alveolar serta jaringan pendukung rahang untuk menciptakan kondisi jaringan pendukung yang optimal bagi perawatan prostodontik. Penyembuhan pasca pembedahan sering kali terhambat oleh inflamasi dan infeksi sehingga diperlukan terapi yang mampu merangsang regenerasi tulang melalui peningkatan osteoblas. Tanaman singkong (Manihot esculenta) dan binahong (Anredera cordifolia) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung proliferasi dan diferensiasi osteoblas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian topikal gel ekstrak daun singkong 20%, ekstrak daun binahong 20%, dan kombinasi kedua ekstrak 20% terhadap peningkatan jumlah osteoblas pada pembedahan tulang alveolar tikus wistar jantan.
Penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan post-test only control group design menggunakan 30 ekor tikus wistar jantan (200-250 g) yang dibagi acak menjadi lima kelompok : kontrol negatif (K-, CMC-Na 1%), kontrol positif (K+, bufacomb cream), perlakuan 1 (P1, gel ekstrak daun singkong 20%), perlakuan 2 (P2, gel ekstrak daun binahong 20%), dan perlakuan 3 (P3, gel kombinasi ekstrak daun singkong dan binahong 20%). Data analisis secara deskriptif, dilanjutkan uji normalitas Shapiro-Wilk, homogenitas Levene, One-Way ANOVA, dan uji lanjut LSD dengan α=0,05. Rerata jumlah osteoblas (±SD) masing- masing kelompom K- 1,67±0,81; K+ 2,17±0,75; P1 2,50±1,04; P2 3,33±1,63, dan P3 4,83±1,60. Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (F=1,839; p<0,001). Uji LSD menunjukkan bahwa kelompok P3 memiliki osteoblas yang secara signifikan lebih tinggi dibanding seluruh kelompok lain (p<0,05), sedangkan P1 dan P2 juga meningkatkan jumlah osteoblas dibanding kontrol negatif. Sehingga disimpulkan bahwa pemberian topikal gel ekstrak daun singkong 20%, ekstrak daun binahong 20%, dan terutama kombinasi ekstrak daun singkong dan daun binahong 20% secara signifikan meningkatkan jumlah osteoblas pasca pembedahan tulang alveolar, dibanding CMC-Na 1% dan bufacomb cream, sehingga berpotensi digunakan sebagai terapi pendukung dalam tindakan bedah pre prostetik.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/956/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | Daun Binahong (Anredera cordifolia), Daun Singkong (Manihot esculenta), Osteoblas, Tikus Wistar (Rattus norvegicus). |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 07:01 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 07:01 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9145 |
