ARMIYAWATI, ARMIYAWATI (2026) EFEKTIVITAS PERASAN JERUK NIPIS DALAM MEMUTIHKAN GIGI YANG MENGALAMI DISKOLORASI. Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.
1012 FKG-ABSTRAK.pdf
Download (519kB)
1012 FKG-BAB I-II.pdf
Download (792kB)
1012.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Diskolorasi gigi merupakan masalah estetika yang dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Pemutihan gigi menggunakan bahan kimia seperti hidrogen peroksida memang efektif, tetapi dapat menimbulkan efek samping berupa hipersensitivitas gigi dan iritasi gingiva. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan alami yang lebih aman, salah satunya perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang mengandung asam sitrat dan vitamin C sehingga berpotensi mencerahkan gigi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perasan jeruk nipis konsentrasi 2% dan 3% dalam mencerahkan gigi yang mengalami diskolorasi serta membandingkan efektivitas kedua konsentrasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan pretest- posttest control group design. Sebanyak 27 sampel gigi anterior rahang atas dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok perasan jeruk nipis 2%, kelompok perasan jeruk nipis 3%, dan kelompok kontrol aquadest steril, masing-masing terdiri atas 9 sampel. Seluruh sampel di diskolorasi menggunakan larutan kopi robusta selama 7 hari, kemudian direndam dalam larutan perlakuan selama 15 menit setiap hari selama 7 hari. Pengukuran perubahan warna dilakukan menggunakan spectrophotometer pada kondisi awal (setelah diskolorasi), hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-7. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Paired t-test, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc LSD dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Kelompok perasan jeruk nipis 3% menunjukkan rerata perubahan warna (dE*ab) tertinggi pada hari ke-7 sebesar 15,1844, diikuti kelompok perasan jeruk nipis 2% sebesar 11,4522, sedangkan kelompok aquadest steril sebesar 4,6178. Hasil Paired t-test menunjukkan bahwa perubahan warna pada kelompok perasan jeruk nipis 2% dan 3% belum signifikan secara statistik (p>0,05), meskipun secara deskriptif terjadi peningkatan nilai dEab. Hasil One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok pada hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-7 (p<0,05). Perasan jeruk nipis memiliki potensi sebagai bahan alami untuk memutihkan gigi yang mengalami diskolorasi. Konsentrasi 3% memberikan efek pemutihan yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 2%, meskipun perubahan sebelum dan sesudah perlakuan dalam masing-masing kelompok belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/1012/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | diskolorasi gigi, bleaching, jeruk nipis, (Citrus aurantifolia), spectrophotometer |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 07:54 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 07:54 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9233 |
