WIDYARAHAYU, ANAK AGUNG MAS TINA (2026) PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK GEL DAUN CENGKEH (Syzygium Aromaticum) TERHADAP EKSPRESI C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS WISTAR (Rattus Norvegicus). Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.
1005 FKG-ABSTRAK.pdf
Download (319kB)
1005 FKG-BAB I-II.pdf
Download (513kB)
1005.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Luka merupakan terputusnya struktur anatomi berbagai jaringan tubuh dari lapisan sederhana seperti epitel kulit. Penyembuhan luka adalah proses yang melibatkan reaksi seluler dan biokimia baik lokal maupun sistemik, yang terdiri dari fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi. Proses penyembuhan luka memerlukan berbagai mediator inflamasi seperti C-Reactive Protein (CRP) yang merupakan biomarker penanda infeksi maupun inflamasi di dalam tubuh. Salah satu bahan alami yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan adalah daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) yang mengandung senyawa kimia berupa flavonoid, triterpenoid, fenolat, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun cengkeh konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap penurunan ekspresi CRP pada proses penyembuhan luka insisi tikus wistar. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vivo dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian dibagi menjadi empat kelompok yaitu tiga kelompok perlakuan (gel ekstrak daun cengkeh 10%, 15%, 20%) dan satu kelompok kontrol (CMC-Na 2%). Uji hipotesis menggunakan One Way ANOVA untuk mengetahui signifikansi perbedaan rerata tiap kelompok, kemudian dilanjutkan uji Least Significant Difference (LSD) untuk mengetahui kelompok mana yang memiliki perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun cengkeh 20% berpengaruh signifikan dalam menurunkan ekspresi CRP dibandingkan gel ekstrak daun cengkeh 10%, 15%, dan kelompok kontrol (CMC-Na 2%). Hasil ini disebabkan oleh peran senyawa aktif dalam ekstrak daun cengkeh yang mampu menekan respons inflamasi akut dengan menghambat jalur COX dan LOX. Penurunan CRP mempercepat fase inflamasi sehingga luka dapat segera memasuki fase proliferasi dan maturasi, yang secara klinis mempercepat proses penyembuhan luka insisi secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gel ekstrak daun cengkeh konsentrasi 20% terbukti paling efektif terhadap penurunan kadar CRP pada proses penyembuhan luka insisi tikus wistar.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/1005/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | daun cengkeh, gel, C-reactive protein, penyembuhan luka |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 07:55 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 07:55 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9225 |
