YUDA, I KOMANG ANTA (2026) PERBANDINGAN AKURASI DIAGNOSIS ANTARA MAHASISWA SARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR DENGAN CHATGPT DAN GEMINI DALAM MENILAI FOTO MALOKLUSI INTRAORAL. Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.
999 FKG-ABSTRAK.pdf
Download (149kB)
999 FKG-BAB I-II.pdf
Download (316kB)
999.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Kemampuan diagnosis maloklusi merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa kedokteran gigi sebagai dasar perencanaan perawatan ortodonti. Seiring dengan perkembangan teknologi, artificial intelligence (AI) mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses diagnosis, termasuk melalui analisis foto intraoral. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi diagnosis maloklusi intraoral antara mahasiswa sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan sistem AI ChatGPT dan Gemini. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross- sectional. Subjek penelitian terdiri atas 30 mahasiswa sarjana semester VII Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang telah menempuh mata kuliah ortodonti dasar dan dipilih menggunakan teknik random sampling. Objek penelitian berupa 10 foto maloklusi intraoral yang meliputi tampak frontal, bukal kanan dan kiri, serta oklusal rahang atas dan bawah, yang diperoleh dari sumber literatur terstandarisasi. Mahasiswa diminta untuk menentukan klasifikasi maloklusi berdasarkan foto tersebut melalui formulir digital.
Penilaian yang sama dilakukan oleh sistem AI ChatGPT dan Gemini dengan prosedur dan instruksi yang distandarkan. Diagnosis yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan diagnosis rujukan berbasis literatur dan diklasifikasikan ke dalam kategori benar dan salah untuk menilai tingkat akurasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat akurasi diagnosis maloklusi intraoral antara mahasiswa, ChatGPT, dan Gemini yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Mahasiswa dan Gemini menunjukkan tingkat akurasi diagnosis yang setara, sedangkan ChatGPT memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan akurasi diagnosis foto maloklusi intraoral antara mahasiswa sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan sistem AI. Pemanfaatan AI, khususnya Gemini, berpotensi digunakan sebagai alat bantu pendukung dalam pembelajaran dan diagnosis awal ortodonti, namun tetap memerlukan peran dan penilaian klinis manusia secara menyeluruh.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/999/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | Maloklusi intraoral, akurasi diagnosis, mahasiswa kedokteran gigi, artificial intelligence, ChatGPT, Gemini |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 06:18 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 06:18 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9219 |
