MBILIYORA, SEPTIANY ANGEL (2026) PENGARUH KONSENTRASI GEL EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) TERHADAP PANJANG LUKA DAN EKSPRESI IL-1β (INTERLEUKIN-1BETA) PASCA INSISI PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus). Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.
970.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
970 FKG-ABSTRAK.pdf
Download (208kB)
970 FKG-BAB I-II.pdf
Download (429kB)
Abstract
Luka insisi merupakan terputusnya kontinuitas jaringan akibat tindakan pembedahan yang memicu respon inflamasi sebagai tahap awal proses penyembuhan luka. Salah satu mediator inflamasi utama pada fase ini adalah Interleukin-1 beta (IL-1β), yang berperan dalam aktivasi sel imun. Namun, peningkatan kadar IL-1β yang berlebihan dan berkepanjangan dapat menghambat proses penyembuhan luka. Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan bahan alami yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel ekstrak daun salam terhadap penurunan kadar IL-1β dan pemendekan panjang luka pada proses penyembuhan luka insisi tikus Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris secara in vivo dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu satu kelompok kontrol negatif yang diberikan basis gel CMC-Na dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan gel ekstrak daun salam dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25%.
arameter yang diamati meliputi panjang luka insisi dan kadar IL-1β yang diukur menggunakan metode ELISA. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel ekstrak daun salam pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25% berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-1β dan pemendekan panjang luka dibandingkan kelompok kontrol. Konsentrasi 20% menunjukkan efek paling optimal dalam mempercepat pemendekan panjang luka, sedangkan konsentrasi 15% menunjukkan penurunan kadar IL-1β paling rendah. Penurunan kadar IL-1β dan pemendekan panjang luka mengindikasikan bahwa gel ekstrak daun salam mampu menekan respon inflamasi dan mempercepat transisi ke fase proliferasi melalui aktivitas senyawa bioaktifnya, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan topikal berbasis bahan alami untuk mendukung proses penyembuhan luka insisi. Kesimpulannya, gel ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) efektif menurunkan kadar IL-1β dan mempercepat penyembuhan luka insisi pada tikus Wistar yang ditandai dengan pemendekan panjang luka dibandingkan kontrol. Konsentrasi 20% menunjukkan efek paling optimal dalam mempercepat pemendekan panjang luka, sedangkan konsentrasi 15% memberikan penurunan IL- 1β terbesar.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/970/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | Luka insisi, daun salam, gel, Interleukin 1-β, penyembuhan luka. |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 07:33 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 07:33 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9194 |
