NIRWASITA, NI LUH AYU (2026) PERBANDINGAN POLA SIDIK BIBIR (CHEILOSCOPY) ANTARA SUKU JAWA DAN SUKU BALI PADA MAHASISWA FKG UNMAS DENPASAR. Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.
962 FKG-ABSTRAK.pdf
Download (217kB)
962 FKG-BAB I-II.pdf
Download (488kB)
962.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Kriminalitas merupakan permasalahan yang terus meningkat dan menuntut proses identifikasi individu yang cepat dan akurat dalam penanganan kasus forensik. Odontologi forensik berperan penting dalam proses tersebut, salah satunya melalui analisis sidik bibir (cheiloscopy). Sidik bibir memiliki pola yang unik, bersifat individual, dan relatif stabil sepanjang hidup, sehingga berpotensi digunakan sebagai alat identifikasi tambahan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya variasi pola sidik bibir antar kelompok etnis, namun penelitian yang membandingkan pola sidik bibir antara Suku Jawa dan Suku Bali di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran pola sidik bibir antara Suku Jawa dan Suku Bali pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang terdiri dari 12 mahasiswa Suku Jawa dan 12 mahasiswa Suku Bali, yang dipilih menggunakan teknik total sampling pada kelompok Suku Jawa dan purposive sampling pada kelompok Suku Bali.
Pengambilan sidik bibir dilakukan menggunakan lipstik merah gelap dengan metode cetak selotip. Pola sidik bibir diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta uji Cramer’s V untuk menilai kekuatan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sidik bibir yang paling dominan secara keseluruhan adalah Tipe II (41,7%). Pada Suku Jawa, pola sidik bibir yang paling dominan adalah Tipe II (83,3%), sedangkan pada Suku Bali pola yang dominan adalah Tipe III dan Tipe IV (masing-masing 33,3%). Uji Chi-Square menunjukkan bahwa hanya pola sidik bibir Tipe II yang memiliki perbedaan signifikan antara Suku Jawa dan Suku Bali (p < 0,001). Hasil uji Cramer’s V menunjukkan nilai 0,856 yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara suku dan pola sidik bibir. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pola sidik bibir antara Suku Jawa dan Suku Bali pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar, dengan dominasi pola Tipe II pada Suku Jawa serta pola Tipe III dan Tipe IV pada Suku Bali.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/962/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | cheiloscopy, sidik bibir, odontologi forensik, Suku Jawa, Suku Bali |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) > Bibir |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:31 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:31 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9186 |
