PERENDAMAN BASIS GIGI TIRUAN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN LARUTAN DEKOKTA DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DAN KOMBINASI DEKOKTA DAUN SALAM DAUN SIRIH (Piper Betle L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus

PITHAYA, MADE ADHYA BALAMASTA (2025) PERENDAMAN BASIS GIGI TIRUAN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN LARUTAN DEKOKTA DAUN SALAM (Syzygium Polyanthum) DAN KOMBINASI DEKOKTA DAUN SALAM DAUN SIRIH (Piper Betle L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus. Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
937 FKG-ABSTRAK.pdf

Download (305kB)
[thumbnail of BAB I-II] Text (BAB I-II)
937 FKG-BAB I-II.pdf

Download (610kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
937.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Porositas pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas berpotensi menjadi tempat perlekatan dan kolonisasi Staphylococcus aureus yang dapat memicu terjadinya denture stomatitis. Upaya pembersihan gigi tiruan secara kimiawi umumnya menggunakan bahan sintetis, namun pemanfaatan bahan herbal sebagai alternatif desinfektan alami perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas perendaman basis gigi tiruan akrilik polimerisasi panas menggunakan dekokta daun salam (Syzygium polyanthum) dan kombinasi dekokta daun salam dengan daun sirih (Piper betle L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 24 sampel plat resin akrilik dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (aquades), kontrol positif (Polydent®), dekokta daun salam konsentrasi 20% dan 40%, serta kombinasi dekokta daun salam–daun sirih konsentrasi 20% dan 40%, dengan waktu perendaman selama 8 jam. Parameter penelitian berupa jumlah koloni bakteri dalam satuan CFU/ml.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan herbal mampu menurunkan jumlah koloni Staphylococcus aureus dibandingkan kontrol negatif, dengan efektivitas tertinggi ditunjukkan oleh kombinasi dekokta daun salam dan daun sirih konsentrasi 40%. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan adanya efek sinergis senyawa antibakteri pada kombinasi kedua bahan herbal tersebut. Dapat disimpulkan bahwa perendaman basis gigi tiruan akrilik polimerisasi panas menggunakan kombinasi dekokta daun salam dan daun sirih konsentrasi 40% merupakan alternatif desinfektan herbal yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/937/FKG
Uncontrolled Keywords: Resin akrilik polimerisasi panas, Staphylococcus aureus, daun salam, daun sirih,.
Subjects: F. FARMASI > Staphylococcus aureus
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 08 Oct 2026 07:17
Last Modified: 08 Oct 2026 07:17
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9112

Actions (login required)

View Item
View Item