STUDI ANALISIS LABORATORIUM SISA ADHESIF GLASS IONOMER CEMENT PADA GIGI DAN BRACKET PADA GERAKAN BODILY SETELAH PERENDAMAN DALAM SALIVA BUATAN SELAMA 24 JAM

WULANDARI, NI PUTU FEBY (2025) STUDI ANALISIS LABORATORIUM SISA ADHESIF GLASS IONOMER CEMENT PADA GIGI DAN BRACKET PADA GERAKAN BODILY SETELAH PERENDAMAN DALAM SALIVA BUATAN SELAMA 24 JAM. Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
923 FKG-ABSTRAK.pdf

Download (163kB)
[thumbnail of BAB I-II] Text (BAB I-II)
923 FKG-BAB 1-2.pdf

Download (337kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
923.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Glass ionomer cement (GIC) tipe V sering digunakan sebagai bahan sementasi braket ortodonti karena kemampuannya melepaskan fluor dan berikatan secara kimia dengan enamel, namun kekuatan ikatnya yang relatif lebih rendah serta sensitivitas terhadap lingkungan berair dapat memengaruhi pola kegagalan perlekatan dan sisa adhesif setelah proses debonding. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi distribusi sisa adhesif glass ionomer cement tipe V pada permukaan gigi dan braket pada pergerakan bodily setelah perendaman dalam saliva buatan selama 24 jam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post test only. Sampel terdiri atas 16 gigi premolar satu rahang atas hasil ekstraksi (FDI 14 dan 24) yang disementasi dengan braket ortodonti menggunakan GIC tipe V, kemudian direndam dalam saliva buatan dengan pH 6,5– 7,5 selama 24 jam dan diberikan simulasi gerakan bodily. Setelah proses debonding, sisa adhesif pada permukaan gigi dan braket dinilai menggunakan Adhesive Remnant Index (ARI) dengan bantuan mikroskop stereoskopis

Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi skor ARI pada permukaan gigi didominasi oleh skor ARI 1 sebesar 75%, sedangkan skor ARI 2 dan 3 masing-masing sebesar 12,5%. Pada permukaan braket, skor ARI 1 ditemukan sebesar 56,3%, skor ARI 2 sebesar 18,8%, dan skor ARI 3 sebesar 25,0%. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai signifikansi p = 0,248 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sisa adhesif pada permukaan gigi dan permukaan braket. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan glass ionomer cement tipe V pada gerakan bodily setelah perendaman saliva buatan selama 24 jam menghasilkan sisa adhesif yang bersifat variatif dan tidak saling mempengaruhi secara statistik antara permukaan gigi dan braket.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/923/FKG
Uncontrolled Keywords: Glass Ionomer Cement Tipe V, Adhesive Remnant Indeks (ARI), Braket Ortodonti, Pergerakan Bodily, Saliva Buatan
Subjects: F. FARMASI > Dentistry
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 07 Oct 2026 05:00
Last Modified: 07 Oct 2026 05:00
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9083

Actions (login required)

View Item
View Item