PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP JUMLAH SEL MAKROFAG PADA PENYEMBUHAN TRAUMATIC ULCER TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) YANG MENGALAMI DIABETES

KEPAKISAN, AGUNG WIRA TRYSTANO (2025) PENGARUH GEL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP JUMLAH SEL MAKROFAG PADA PENYEMBUHAN TRAUMATIC ULCER TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) YANG MENGALAMI DIABETES. Other thesis, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR.

[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
919.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31MB) | Request a copy
[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
919 FKG ABSTRAK.pdf

Download (687kB)
[thumbnail of BAB 1 - 2] Text (BAB 1 - 2)
919 FKG BAB 1 - 2.pdf

Download (4MB)

Abstract

Traumatic ulcer merupakan lesi ulseratif yang umum terjadi pada mukosa mulut akibat trauma mekanis. Pada kondisi diabetes, proses penyembuhan luka mengalami hambatan karena gangguan fungsi sel imun, termasuk makrofag. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, fenol, dan saponin yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian gel ekstrak daun kelor konsentrasi 15% terhadap jumlah sel makrofag pada proses penyembuhan traumatic ulcer tikus wistar jantan yang mengalami diabetes. Penelitian eksperimental laboratoris in vivo menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design dengan 32 ekor tikus wistar jantan berusia 2-3 bulan dan berat badan 150-250 gram. Hewan coba diinduksi diabetes menggunakan Streptozotocin (STZ) 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Traumatic ulcer dibuat menggunakan alat burnisher diameter 5 mm yang dipanaskan selama 1 menit dan disentuhkan selama 1 detik pada mukosa labial bawah.

Sampel dibagi menjadi 8 kelompok: 4 kelompok perlakuan (P1, P2, P3, P4) yang diberi gel ekstrak daun kelor 15% dan 4 kelompok kontrol (K1, K2, K3, K4) yang diberi gel Na-CMC 3%, dengan waktu pengamatan hari ke-3, ke-5, ke-7, dan ke-9. Aplikasi gel dilakukan 3 kali sehari. Jaringan mukosa labial diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan HE. Jumlah sel makrofag dihitung menggunakan mikroskop perbesaran 400x pada 5 lapang pandang. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA, Tukey Post Hoc, dan korelasi Pearson. Uji skrining fitokimia menunjukkan gel ekstrak daun kelor mengandung flavonoid, tanin, fenol, dan saponin. Rerata jumlah makrofag pada kelompok perlakuan: P1=11,45, P2=10,15, P3=12,33, P4=10,28, sedangkan kelompok kontrol: K1=5,65, K2=6,70, K3=7,65, K4=10,25. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,021<0,05). Uji Tukey Post Hoc menunjukkan perbedaan signifikan antara P3 dengan K1 (p=0,037). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan dengan nilai korelasi negatif -0,357 (p=0,045<0,05). Gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) konsentrasi 15% efektif terhadap jumlah sel makrofag pada penyembuhan traumatic ulcer tikus wistar jantan yang mengalami diabetes. Korelasi negatif menunjukkan bahwa pemberian gel ekstrak daun kelor dapat mengurangi jumlah makrofag seiring dengan penurunan fase inflamasi sehingga mendukung percepatan proses penyembuhan luka.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/919/FKG
Uncontrolled Keywords: Daun kelor, Moringa oleifera, traumatic ulcer, makrofag, diabetes melitus, gel topikal, antiinflamasi.
Subjects: F. FARMASI > Dentistry
F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry)
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 06 Oct 2026 12:44
Last Modified: 06 Oct 2026 12:44
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/9059

Actions (login required)

View Item
View Item