PENGARUH SALEP EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) TERHADAP KADAR TNF-α PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI MENCIT (Mus musculus)

PARAMITA, NI MADE LIA (2026) PENGARUH SALEP EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) TERHADAP KADAR TNF-α PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI MENCIT (Mus musculus). Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab I-II] Text (Bab I-II)
973.FKG (2206122010062)-17-48.pdf - Other

Download (373kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
973.FKG (2206122010062).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Pencabutan dan insisi gigi adalah tindakan di area gigi, yang dapat menyebabkan cedera dan kerusakan jaringan oral. Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) merupakan sitokin proinflamasi yang berperan dalam. proses biologis, seperti peradangan, kematian sel terprogram, perlindungan terhadap infeksi, dan pengaturan perkembangan organ. Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.) dapat menjadi bahan alam yang memiliki kandungan alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, terpenoid, dan asiatikosida dapat meningkatkan proses penyembuhan luka insisi pada mencit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) terhadap kadar TNF-α pada fase inflamasi luka insisi pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian murni in vivo dengan rancangan the post-test only control group design dan pengelompokkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi kadar TNF-α yang diukur dengan metode ELISA. Hasil uji One Way Anova dengan nilai 0,023 (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari rata-rata kadar TNF-α pada masing-masing kelompok perlakuan. Hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa perbedaan signifikan muncul pada kelompok P3 terhadap K0 dan P2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep pada kosentrasi 15%, 20% dan 30% berpengaruh terhadap penurunan kadar TNF-α. Konsentrasi 30% menunjukkan penurunan TNF-α yang paling tinggi, sedangkan konsentrasi 15% menunjukkan penurunan TNF-α yang paling rendah. Penurunan kadar TNF-α ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) mampu dalam menekan respon inflamasi karena adanya senyawa metabolit sekunder seperti: saponin, fenol, steroid, terpenoid, alkaloid, flavonoid dan tanin. Dalam ekstrak daun pegagan juga terdapat senyawa asiaticoside dan madecassoside yang berperan sebagai antiinflamasi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan konsentrasi 30% menjadi perlakuan paling efektif dalam menurunkan kadar TNF-α pada fase inflamasi luka insisi mencit (Mus musculus).

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/973/FKG
Uncontrolled Keywords: Daun pegagan, TNF-α, salep, (Mus musculus)
Subjects: F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry)
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Ni Kadek Gandarini
Date Deposited: 30 Sep 2026 04:28
Last Modified: 30 Sep 2026 04:28
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8989

Actions (login required)

View Item
View Item