Implementasi Mediasi Penal Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Psikis Di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Karangasem

WIRANTARA, I KETUT KRISNA WIDIA (2024) Implementasi Mediasi Penal Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Psikis Di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Karangasem. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of BAB I-II] Text (BAB I-II)
2119.FH (2004742010090)-15-45.pdf - Other

Download (263kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
2119.FH (2004742010090).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Mediasi penal merupakan bentuk penyelesaian dengan melakukan mediasi berdasarkan keadilan restorative tertuang dalam peraturan yang diawali oleh institusi kejaksaan yang mengeluarkan Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif (Perpol Nomor 8 Tahun 2021). Penyelesaian dengan mediasi penal ini melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, atau pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula. Adapun mekanisme tata acara dan peradilan pidana yang berfokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku. Lahirnya restorative justice ini diharapkan menjadi alternatif penyelesaian suatu tindak pidana ringan yang mudah dan hemat biaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi mediasi penal terhadap tindak pidanan kekerasan piskis di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Karangasem serta faktor - faktor yang menjadi hambatan dari pelaksanaan mediasi penal . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Penelitian ini merupakan suatu penelitian dengan melihat fakta-fakta yang terjadi dalam masyarakat, mengenai suatu penerapan hukum/norma sudah sesuai atau masih ada kesenjangan norma, hal tersebut dapat dilakukan dengan penglihatan nyata atau wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di UPTD Perlindungan perempuan dan anak kabupaten Karangasem telah melakukan upaya mediasi penal untuk menyelesaikan terjadinya kekerasan psikis sesuai dengan kewenangannya namun demikian dalam implementasinya masih terdapat hambatan dalam melakukani mediasi penal sehingga dapat menghambat efektifitas keberhasilan dalam melakukan mediasi.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/2119/FH-S1
Uncontrolled Keywords: Mediasi Penal, Tindak Pidana, restoratif justice
Subjects: Hukum Lalu Lintas > Tindak Pidana
Divisions: Fakultas Hukum > Sarjana Hukum
Depositing User: kadek gandarini
Date Deposited: 29 Sep 2026 01:40
Last Modified: 29 Sep 2026 01:40
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8931

Actions (login required)

View Item
View Item