BOKO, YULIANA RENATA (2026) POTENSI EKSTRAK DAUN TANAMAN BUAH SALJU (Inga sp. Mill.) SEBAGAI ANTIJAMUR Fusarium oxysporum f. sp. cubense (E.F. Smith) W.C. Snyder & H.N. Hansen. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
219.FPB-AGT (2203542010017)-20-36.pdf - Other
Download (673kB)
219.FPB-AGT (2203542010017).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. cubense merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman pisang yang berdampak besar terhadap produksi pertanian. Patogen ini bersifat tular tanah dan mampu bertahan lama melalui pembentukan klamidospora, sehingga sulit dikendalikan. Penggunaan fungisida sintetik secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi patogen, pencemaran lingkungan, serta risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak tanaman sebagai biofungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun buah salju (Inga sp. Mill.) dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum f. sp. cubense, menentukan diameter zona hambat, serta menghitung persentase daya hambat pada berbagai konsentrasi. Penelitian dilaksanakan pada September– Desember 2025 di Laboratorium Agroteknologi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas berbagai konsentrasi ekstrak (0,1%–10%), kontrol positif (Mankozeb 80%), dan kontrol negatif (etanol). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode sumur difusi pada media Potato Dextrose Agar (PDA). Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun buah salju memiliki aktivitas antifungi terhadap Fusarium oxysporum f. sp. cubense. Konsentrasi hambat minimum (MIC) terdapat pada konsentrasi 0,5%. Seluruh konsentrasi (0,5%–10%) mampu menghambat pertumbuhan jamur dengan peningkatan efektivitas seiring bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat terbesar dan setara dengan kontrol positif, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan penghambatan. Persentase daya hambat menunjukkan hubungan dosis-respons, di mana konsentrasi 1% sudah mampu menghambat pertumbuhan jamur sebesar 62,02% dan tidak berbeda nyata dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, ekstrak etanol daun buah salju berpotensi sebagai biofungisida alami, dengan konsentrasi efektif minimum sebesar 1% yang efisien untuk menghambat Fusarium oxysporum f. sp. cubense.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/219/FPB-AGT |
| Uncontrolled Keywords: | biofungisida, Fusarium oxysporum f. sp. cubense, Inga sp., zona hambat, daya hambat. |
| Subjects: | F. PERTANIAN DAN BISNIS |
| Divisions: | Fakultas Pertanian dan Bisnis > Agroteknologi |
| Depositing User: | Ni Kadek Gandarini |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 07:11 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:11 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8862 |
