YOGA, I KOMANG REZA DARMA (2025) PERBANDINGAN SENSITIVITAS BAKTERI TERHADAP ANTIBIOTIK GOLONGAN SEFALOSPORIN DI SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM DI BALI. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
313.FF-S1 (2109482010054)-15-29.pdf - Other
Download (266kB)
313.FF-S1 (2109482010054).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Antibiotik sefalosporin merupakan salah satu golongan antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi infeksi. Sefalosporin termasuk ke dalam kelompok Critically Important Antimicrobials for Human Medicine karena mampu mengatasi berbagai jenis infeksi bakteri seperti meningitis dan penyakit akibat Salmonella pada anak-anak. Selama beberapa tahun terakhir terjadi penurunan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik golongan sefalosporin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sensitivitas bakteri terhadap beberapa jenis antibiotik golongan sefalosporin. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif di salah satu rumah sakit yang terletak di kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Data sensitivitas bakteri terhadap beberapa jenis antibiotik sefalosporin diambil dari data peta kuman tahun 2022. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu semua data sensitivitas bakteri terhadap antibiotik golongan sefalosporin periode tahun 2022. Sedangkan kriteria eksklusi adalah data sensitivitas bakteri terhadap antibiotik yang tidak lengkap pada seluruh data pemeriksaan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik sefalosporin di peta kuman tahun 2022. Untuk melihat perbedaan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik golongan sefalosporin dilakukan menggunakan uji Kruskal Walis dengan Post Hoc Mann Whitney. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa Sefazolin, Sefotaksim dan seftriakson tidak direkomendasikan untuk terapi Escherichia coli, Acinetobacter baumannii, Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Antibiotik seftazidim masih direkomendasikan untuk terapi Pseudomonas aeruginosa namun tidak direkomendasikan untuk terapi Escherichia coli, Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae. Sefepim dapat direkomendasikan untuk terapi Klebsiella pneumonia, serta dapat dipertimbangkan untuk infeksi Escherichia coli, Acinetobacter baumannii dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik sefazolin, sefotaksim dan seftriakson, dengan nilai p sebesar 0,003 namun ketiga antibiotik tersebut memiliki sensitivitas yang berbeda bermakna dengan seftazidim dan sefepim. Tidak terdapat perbedaan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik seftazidim dan sefepim.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/313/FF-S1 |
| Uncontrolled Keywords: | sefalosporin, sensitivitas bakteri terhadap antibiotik, peta kum |
| Subjects: | F. FARMASI |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi |
| Depositing User: | kadek gandarini |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 05:54 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 05:54 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8830 |
