AKTIVITAS PENGHAMBAT EKSPRESI MMP-1 (MATRIKS METALLOPROTEINASE-1) SERUM MINYAK ATSIRI DAUN WIDURI (Calotropis gigantea L.) SEBAGAI ANTI-AGING PADA KULIT MARMUT (Cavia porcellus) YANG DIINDUKSI SINAR UV-B

NANDA, NI PUTU JULIA (2025) AKTIVITAS PENGHAMBAT EKSPRESI MMP-1 (MATRIKS METALLOPROTEINASE-1) SERUM MINYAK ATSIRI DAUN WIDURI (Calotropis gigantea L.) SEBAGAI ANTI-AGING PADA KULIT MARMUT (Cavia porcellus) YANG DIINDUKSI SINAR UV-B. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab i-ii] Text (Bab i-ii)
306.FF-S1 (2109482010113)-18-47.pdf - Other

Download (591kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
306.FF-S1 (2109482010113).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Photoaging adalah penuaan dini pada kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama. Photoaging ditandai dengan adanya kerutan, kulit yang kendur, dan permukaan kulit yang kasar. Paparan sinar UV mengakibatkan kulit terbakar dan menjadi kemerahan, merusak sel-sel kulit yang selanjutnya mengakibatkan kerusakan mekanisme regenerasi dari sel-sel kulit. Matriks metaloproteinase (MMP) merupakan faktor penting dalam photoaging. Ekspresi MMP diinduksi dan diaktifkan hanya setelah kulit terpapar UV dan terbentuk Reactive Oxygen Species (ROS). Stres oksidatif meningkatkan regulasi MMP termasuk MMP-1 melalui pengikatan Activator Protein-1 (AP-1) ke MMP. Semakin intens paparan sinar matahari terhadap kulit, semakin banyak pula melanin yang akan diproduksi melanosit. Daun widuri mempunyai sejumlah aktivitas farmakologi seperti antiasma, sedatif, antidiare, antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa minyak atsiri daun widuri dapat menghambat ekspresi MMP-1 pada kulit marmut yang diinduksi sinar UV-B. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian randomized posttest only control grup, yang dilakukan dalam beberapa tahapan diantaranya determinasi tanaman, identifikasi senyawa kimia dan pengamatan ekspresi MMP-1 pada kulit marmut yang diinduksi oleh sinar UV-B. Marmut dibagi ke dalam 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol positif yang diberikan serum antiaging, kontrol negatif diberikan bahan dasar serum serta 3 kelompok perlakuan yang diberikan serum minyak atsiri daun widuri dengan konsentrasi 2%, 6% dan 10%. Pengujian dilakukan selama dua minggu dan diberikan paparan sinar UV-B dengan dosis 65 mJ/cm2 sebanyak tiga kali dalam seminggu. Marmut selanjutnya di euthanasia dan diambil jaringan kulitnya. Preparat jaringan kulit marmut selanjutnya dilakukan analisis imunohistokimia dengan menggunakan pewarna PBS (Phosphate buffered saline) dan DAB (diamino benzidine). Hasil penelitian dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni. Berdasarkan hasil penelitian, serum minyak atsiri daun widuri dengan konsentrasi 6% berpengaruh dalam menghambat ekspresi MMP-1 pada kulit marmut yang diinduksi sinar UV-B. Rata-rata persentase dan standar deviasi ekspresi MMP-1 yang di dapat dari serum minyak atsiri konsentasi 6% yaitu 9.80 ± 1.1. Hasil uji Post Hoc Bonferroni menunjukkan perbedaan signifikan kelompok kontrol negatif dengan kontrol normal, positif, dan 3 perlakuan sehingga dapat disimpulkan bahwa serum minyak atsiri daun widuri dengan konsentrasi 6% efektif dalam menghambat ekspresi MMP-1 pada kulit marmut yang diinduksi sinar UVB

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/306/FF-S1
Uncontrolled Keywords: Daun widuri (Calotropis gigantea L.), menghambat ekspresi MMP1, marmut (Cavia porcellus), minyak atsiri, UV-B.
Subjects: FARMASI
Divisions: Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi
Depositing User: kadek gandarini
Date Deposited: 23 Sep 2026 03:32
Last Modified: 23 Sep 2026 03:32
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8817

Actions (login required)

View Item
View Item