FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG MERAH (Cordyline fruticosa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

PRATIWI, KADEK SARLA DEVI LUCYANA (2026) FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN ANDONG MERAH (Cordyline fruticosa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab i-ii] Text (Bab i-ii)
346.FF-S1 (2209482010092)-17-49.pdf - Other

Download (14MB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
346.FF-S1 (2209482010092).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (46MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan kelembapan udara yang tinggi dan intensitas paparan sinar matahari yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi sebum dan memicu inflamasi kulit yang berperan dalam timbulnya jerawat. Salah satu bakteri yang diketahui berkontribusi dalam patogenesis jerawat adalah Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik oral maupun topikal dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan iritasi kulit serta resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri berbahan alam yang lebih aman dan memiliki efek samping minimal. Daun andong merah (Cordyline fruticosa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol daun andong merah terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol daun andong merah diperoleh menggunakan metode ekstraksi ultrasonik dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang dihasilkan selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan variasi kadar ekstrak sebesar 30%, 40%, dan 50%. Evaluasi mutu fisik sediaan gel meliputi pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan stabilitas. Gel daun andong konsentrasi 30% memiliki mutu fisik yang baik, sedangkan konsentrasi 40% dan 50% belum memenuhi karakteristik mutu fisik yang baik. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan gel klindamisin sebagai kontrol positif dan basis gel sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi konsentrasi sediaan gel ekstrak etanol daun andong merah mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan kategori sedang hingga kuat. Rata rata diameter zona hambat sediaan gel pada konsentrasi 30%, 40%, dan 50% berturut turut sebesar 7,38 mm; 10,13 mm; dan 11,26 mm. Kontrol positif menunjukkan zona hambat sebesar 10,23 mm sementara kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan meningkatnya daya hambat antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/346/FF-S1
Uncontrolled Keywords: antibakteri, daun andong merah, ekstrak etanol, gel, Staphylococcus aureuS
Subjects: F. FARMASI
Divisions: Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi
Depositing User: kadek gandarini
Date Deposited: 23 Sep 2026 02:03
Last Modified: 23 Sep 2026 02:03
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8813

Actions (login required)

View Item
View Item