ADITYA, I KADEK WAHYU (2025) FORMULASI, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN UJI AKTIVITAS TABIR SURYA IN VITRO SPRAY GEL ANTIAGING EKSTRAK ETANOL DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.). Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
320.FF-S1 (2109482010068)-18-48.pdf - Other
Download (361kB)
320.FF-S1 (2109482010068).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia memiliki iklim tropis di mana matahari memancarkan cahayanya sepanjang tahun. Cahaya matahari mengandung radiasi ultraviolet (UV). Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat merangsang pembentukan reactive oxygen species (ROS) di kulit, yang merupakan penyebab utama kerusakan oksidatif pada kulit seperti mengganggu fungsi normal sel dan memicu penuaan dini serta meningkatkan risiko fotokarsinogenesis. Diperlukan penggunaan tabir surya yang bekerja dengan menyerap atau memantulkan sinar UV. Disamping itu dapat memanfaatkan antioksidan alami yang berasal dari tumbuhan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Perlindungan kulit dari kerusakan dan penuaan dapat dicapai dengan menggunakan sediaan topikal berupa spray gel. Daun nangka mengandung flavonoid, saponin, steroid, tanin. Flavonoid adalah salah satu jenis antioksidan yang banyak terkandung dalam daun nangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan mutu fisik, aktivitas antioksidan, serta aktivitas tabir surya sediaan spray gel dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun nangka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan tujuan pengembangan dan verifikasi, yakni untuk mengembangkan formula spray gel berbahan ekstrak etanol daun nangka, menguji mutu fisik, aktivitas antioksidan, dan aktivitas tabir surya. Tiga formula spray gel dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 4%, 6%, dan 8%. Evaluasi mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, pola penyemprotan, dan daya lekat. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan dalam nilai IC₅₀. Aktivitas tabir surya diukur secara in vitro dengan spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang 290–320 nm. Hasil data dianalisis menggunakan metode analisis inferensial (uji beda) dengan tingkat kepercayaan 95% untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan di antara ketiga formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sediaan spray gel memiliki mutu fisik yang sesuai dengan standar sediaan spray gel, meskipun terdapat perbedaan signifikan terutama pada pH dan pola penyemprotan antar formula. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin besar juga pola penyemprotan dan daya lekat sediaan. Nilai pH seluruh formula berada dalam rentang aman untuk kulit, yaitu 4,5–6,5. Aktivitas antioksidan spray gel meningkat secara signifikan dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak, di mana formula dengan konsentrasi 8% menunjukkan nilai IC50 terendah. Aktivitas tabir surya spray gel meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Penelitian ini menunjukkan bahwa spray gel ekstrak etanol daun nangka berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal anti-aging alami dengan aktivitas antioksidan yang cukup baik secara in vitro. Meski demikian, efektivitas sebagai tabir surya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/320/FF-S1 |
| Uncontrolled Keywords: | antioksidan, DPPH, ekstrak etanol daun nangka, spray gel, tabir surya |
| Subjects: | F. FARMASI |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi |
| Depositing User: | kadek gandarini |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 01:25 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 01:25 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8810 |
