AKTIVITAS SERUM MINYAK ATSIRI BUNGA WIDURI (Calotropis gigantea L.) KONSENTRASI 2% DAN 6% DALAM MENGHAMBAT PENINGKATAN EKSPRESI MMP-1 (Matrix metalloproteinase-1) PADA KULIT MARMUT (Cavia porcellus) YANG DIPAPAR SINAR UV-B

WIDYASARI, NI NENGAH ARY (2025) AKTIVITAS SERUM MINYAK ATSIRI BUNGA WIDURI (Calotropis gigantea L.) KONSENTRASI 2% DAN 6% DALAM MENGHAMBAT PENINGKATAN EKSPRESI MMP-1 (Matrix metalloproteinase-1) PADA KULIT MARMUT (Cavia porcellus) YANG DIPAPAR SINAR UV-B. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab i-ii] Text (Bab i-ii)
315.FF-S1 (2109482010114)-16-49.pdf - Other

Download (622kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
315.FF-S1 (2109482010114).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Sinar matahari mengandung radiasi ultraviolet yang dapat berdampak buruk bagi kulit karena dapat menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit. Paparan sinar UV-B dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan peningkatan ekspresi MMP-1 dan degradasi kolagen sehingga membuat kulit menjadi keriput dan kendur. Bunga widuri (Calotropis gigantea) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder termasuk minyak atsiri yang berpotensi sebagai anti-photoaging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan perbedaan kemampuan serum minyak atsiri bunga widuri konsentrasi 2% dan 6% dalam menghambat peningkatan ekspresi MMP-1 pada kulit marmut yang dipapar sinar UV-B. Minyak atsiri bunga widuri diekstraksi dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut n-heksan, kemudian diidentifikasi kandungan senyawa kimia dengan GC-MS. Serum minyak atsiri bunga widuri dibuat dengan cara mencampur basis serum dengan minyak atsiri bunga widuri. Pengujian in-vivo dilakukan dengan desain post test only control group menggunakan 20 ekor marmut (Cavia porcellus) jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol positif, kontrol negatif, P1 (serum minyak atsiri bunga widuri konsentrasi 2%) dan P2 (serum minyak atsiri bunga widuri konsentrasi 6%). Semua kelompok kecuali kelompok kontrol normal dipapar sinar UV-B dengan dosis 65 mJ/m2 tiga kali dalam seminggu selama 14 hari. Ekspresi MMP-1 diperiksa menggunakan teknik imunohistokimia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan post hoc pada tingkat kemaknaan p < 0.05. Rendemen minyak atsiri bunga widuri yang didapatkan sebesar 3,95%. Terdapat 47 senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri bunga widuri (Calotropis gigantea) dengan komponen tertinggi yaitu oleic acid, n-hexadecanoic acid, tricosane, nonacosane dan heptacosane. Persentase ekspresi MMP-1 pada kelompok kontrol normal, kontrol positif, kontrol negatif, P1 dan P2 secara berturut-turut adalah (9,20 ± 1,75%), (10,35 ± 0,91%), (29,85 ± 1,09%), (22,15 ± 1,66%), dan (10,78 ± 1,38%). Serum minyak atsiri bunga widuri konsentrasi 2% dan 6% memiliki aktivitas dalam menghambat peningkatan ekspresi MMP-1 pada kulit marmut dan memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai p < 0.05, dimana ekspresi MMP-1 pada kelompok serum minyak atsiri bunga widuri konsentrasi 6% lebih rendah dibandingkan serum dengan konsentrasi 2%.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/315/FF-S1
Uncontrolled Keywords: Bunga widuri, minyak atsiri, MMP-1, photoaging
Subjects: F. FARMASI
Divisions: Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi
Depositing User: kadek gandarini
Date Deposited: 22 Sep 2026 07:45
Last Modified: 22 Sep 2026 07:45
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8809

Actions (login required)

View Item
View Item