STUDI ETNOFARMASI TANAMAN OBAT NYERI DAN INFLAMASI DI DESA ADAT MANGGIS, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM

PUTRI, NI PUTU AYU NINDA KHARISMA (2025) STUDI ETNOFARMASI TANAMAN OBAT NYERI DAN INFLAMASI DI DESA ADAT MANGGIS, KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab i-ii] Text (Bab i-ii)
285.FF-S1 (2109482010098)-16-28.pdf - Other

Download (251kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
285.FF-S1 (2109482010098).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber pengobatan oleh komunitas etnis tertentu yang berkaitan dengan kebudayaan serta kearifan lokal diteliti dalam penelitian etnofarmasi. Penelitian ini meneliti pemanfaatan tanaman untuk mengatasi nyeri dan inflamasi oleh pengobat tradisional di Desa Adat Manggis, Karangasem, yang masih aktif memanfaatkan tanaman obat secara turun temurun. Penelitian ini menggunakan metode survei observasional dengan menggunakan teknik snowball sampling untuk menentukan responden yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional. Proses pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dengan cara mengamati, mendengar, mencatat, dan mempelajari dari informan atau narasumber. Untuk mengetahui pemanfaatan dalam pengobatan dilakukan analisis kuantitatif dengan menghitung nilai Use Value (UV) untuk menilai tingkat pemanfaatan suatu tanaman dalam pengobatan serta Fidelity Level (FL) untuk menilai preferensi tanaman yang dipercaya oleh masyarakat untuk khasiat yang spesifik. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan didapatkan 26 tanaman yang digunakan sebagai pengobatan nyeri dan inflamasi. Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan untuk pengobatan nyeri dan inflamasi adalah daun sedangkan cara pengolahan yang paling umum dilakukan yaitu ditumbuk dan cara penggunaan yang paling banyak diterapkan adalah dioleskan. Berdasarkan hasil analisis Use Value (UV), tanaman dengan nilai UV tertinggi adalah kencur dan lengkuas dengan nilai UV = 1 dan hasil analisis Fidelity Level (FL), kencur (Kaempferia galanga) dan lengkuas (Alpinia galanga (L)) memperoleh nilai FL = 100% untuk indikasi nyeri dan inflamasi.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/285/FF-S1
Uncontrolled Keywords: etnofarmasi, inflamasi, nyeri, tanaman obat
Subjects: F. FARMASI
Divisions: Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi
Depositing User: kadek gandarini
Date Deposited: 22 Sep 2026 07:11
Last Modified: 22 Sep 2026 07:26
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8807

Actions (login required)

View Item
View Item