Sari, I Gusti Ayu Agung Mutiara (2026) PENETAPAN KADAR TANIN TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI EKSTRAK DAUN KENOP (Gomphrena globosa L.) TERHADAP Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
358.FF-S1 (2209482010001)-16-38.pdf - Other
Download (625kB)
358.FF-S1 (2209482010001).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang banyak disebabkan oleh aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Daun kenop (Gomphrena globosa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti tanin dan fenol yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar tanin total serta mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun kenop terhadap Streptococcus mutans. Daun kenop diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 80%, kemudian dilakukan fraksinasi cair–cair sehingga diperoleh fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air. Penetapan kadar tanin total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin–Ciocalteu dan asam tanat sebagai standar. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada media Brain Heart Infusion (BHI) agar dengan tiga kali replikasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji One Way ANOVA, uji Post Hoc Tukey, serta uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin total tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat (2,645 ± 0,034 gTAE/100 g), diikuti fraksi air (1,704 ± 0,015 gTAE/100 g), ekstrak etanol (1,567 ± 0,031 gTAE/100 g), dan fraksi n-heksan (1,454 ± 0,021 gTAE/100 g). Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat menghasilkan diameter zona hambat yang lebih besar dibandingkan ekstrak dan fraksi air, meskipun seluruh sampel masih berada dalam kategori daya hambat lemah. Uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p < 0,05), dan uji Post Hoc Tukey mengonfirmasi bahwa terdapat perbedaan nyata antar beberapa fraksi. Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar tanin total dan diameter zona hambat (p > 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses fraksinasi memengaruhi distribusi senyawa aktif dalam daun kenop, sehingga memengaruhi aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan menunjukkan potensi lebih baik sebagai sumber antibakteri dibandingkan ekstrak kasar
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/358/FF-S1 |
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas antibakteri; Daun kenop; fraksinasi; Gomphrena globosa L.; Streptococcus mutans; Tanin. |
| Subjects: | F. FARMASI |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi |
| Depositing User: | kadek gandarini |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 04:57 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 06:31 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8799 |
