HUBUNGAN STUNTING TERHADAP STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KLUNGKUNG I

JANUARSA, IDA BAGUS AIRLANGGA (2026) HUBUNGAN STUNTING TERHADAP STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KLUNGKUNG I. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab I-II] Text (Bab I-II)
944.FKG (2206122010007)-18-73.pdf - Other

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
944.FKG (2206122010007).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Masa anak usia Bawah Lima Tahun (Balita) merupakan fase krusial dalam proses tumbuh kembang anak, dan sangat dipengaruhi oleh gizi, kesehatan, dan pendidikan. Salah satu masalah yang dapat timbul akibat kekurangan gizi yaitu stunting. Stunting merupakan kondisi anak memiliki tinggi badan yang kurang bila dikalkulasikan dengan umurnya (TB/U). Kondisi tersebut dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, kesehatan dan daya tahan tubuhnya, termasuk kesehatan gigi dan mulutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting terhadap status kesehatan gigi dan mulut pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Klungkung I. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 47 individu balita stunting yang kondisi pertumbuhan giginya sudah memiliki gigi insisivus sulung pertama, insisivus sulung kedua, caninus sulung, molar sulung pertama, dan molar sulung kedua, sehingga sudah dapat masuk kriteria untuk dapat diperiksa, yaitu gigi 51,55,65,71,75, dan 85, dengan rentang usia balita dari 24 bulan hingga 59 bulan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah z-score TB/U untuk stunting dan composite indicator untuk status kesehatan gigi dan mulut. Penelitian dilakukan di posyandu kunti Desa Tojan pada 22 November 2025. Data kemudian akan diolah dengan analisis chi-square untuk pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara stunting dengan status kesehatan gigi dan mulut sebesar p = 0.003, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stunting dengan status kesehatan gigi dan mulut dengan nilai p < 0.05 (p-value = 0.003). Stunting dapat mempengaruhi berbagai kondisi tubuh, terutama sistem perkembangan dan pertumbuhan kesehatan gigi dan mulut, serta dapat menginduksi berbagai penyakit kesehatan gigi dan mulut ataupun gangguan pertumbuhan gigi. Perubahan- perubahan karakterisitik seperti penurunan laju saliva maupun perubahan potensial of Hidrogen (pH) dalam kesehatan gigi dan mulut inilah yang akan memicu anak stunting lebih mungkin untuk terkena berbagai keadaan patologis dalam mulut.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/944/FKG
Uncontrolled Keywords: stunting, balita, status kesehatan gigi dan mulut, gigi sulung
Subjects: F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) > Kesehatan Gigi dan Mulut
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Ni Kadek Gandarini
Date Deposited: 22 Sep 2026 04:54
Last Modified: 22 Sep 2026 04:54
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8798

Actions (login required)

View Item
View Item