EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb) DALAM SEDIAAN PASTA GIGI SEBAGAI BAHAN ANTI BAKTERI Streptococcus Mutans

VIRGIN, ANGGHYTA BERLIYANI (2026) EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb) DALAM SEDIAAN PASTA GIGI SEBAGAI BAHAN ANTI BAKTERI Streptococcus Mutans. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab I-II] Text (Bab I-II)
942.FKG (2206122010010)-17-44.pdf - Other

Download (517kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
942.FKG (2206122010010).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi masih menjadi permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan di masyarakat dan berkaitan erat dengan aktivitas bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini berperan penting dalam pembentukan plak dan produksi asam yang dapat menyebabkan demineralisasi email gigi. Penggunaan bahan antibakteri sintetis dalam pasta gigi secara jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif bahan alami yang lebih aman. Daun pegagan (Centella asiatica (L). Urb) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, tanin, dan terpenoid yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun pegagan dalam sediaan pasta gigi terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada konsentrasi 10%, 20%, dan 40%. Bahan dan Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Uji antibakteri dilakukan terhadap sediaan pasta gigi yang mengandung ekstrak daun pegagan menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Pasta gigi komersial digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan basis pasta gigi tanpa ekstrak digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil dan Pembahasan: Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan mengandung saponin, fenol, steroid, terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan tanin. Analisis statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene’s test, One Way ANOVA, dan uji Tukey menunjukkan bahwa sediaan pasta gigi ekstrak daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Streptococcus mutans. Konsentrasi 20% dan 40% menunjukkan zona hambat rata-rata masing-masing sebesar 8,6 mm dan 8,9 mm, sedangkan konsentrasi 10% dan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun pegagan dalam sediaan pasta gigi efektif menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans pada konsentrasi 20%dan 40%, dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami untuk pencegahan karies gigi.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/942/FKG
Uncontrolled Keywords: Daun pegagan (Centella asiatica (L). Urb), pasta gigi, Streptococcus mutans
Subjects: F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry)
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Ni Kadek Gandarini
Date Deposited: 22 Sep 2026 04:36
Last Modified: 22 Sep 2026 04:36
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8796

Actions (login required)

View Item
View Item