YASA, NI MADE NIRWASCITA LOKESWARI (2026) STUDI IN SILICO POTENSI KATEKIN DAN PROANTOSIANIDIN DARI BIJI KAKAO SEBAGAI AGEN ANTIKANKER PAYUDARA MELALUI ANALISIS INTERAKSI MOLEKULER DENGAN HER2, PI3K, DAN MAPK SERTA EVALUASI ADMET. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
370.FF-S1 92209482010101)-15-36.pdf - Other
Download (369kB)
370.FF-S1 92209482010101).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di seluruh dunia. Sekitar 20–30% kasus kanker payudara menunjukkan ekspresi berlebih reseptor Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER2) yang dapat mengaktifkan jalur pensinyalan penting seperti Phosphatidyl-Inositol-3-Kinase (PI3K) dan Mitogen-Activated Protein Kinase (MAPK), sehingga memicu proliferasi sel kanker secara tidak terkendali. Penggunaan obat antikanker yang tersedia saat ini seringkali menimbulkan efek samping dan resistensi terapi, sehingga diperlukan pengembangan kandidat obat baru yang lebih aman dan efektif. Biji kakao (Theobroma cacao L.) diketahui mengandung senyawa polifenol seperti katekin dan proantosianidin yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi molekuler kedua senyawa tersebut terhadap reseptor HER2, PI3K, dan MAPK serta mengevaluasi profil farmakokinetik dan toksisitasnya melalui pendekatan in silico. Penelitian ini menggunakan metode molecular docking secara in silico. Struktur protein target HER2, PI3K, dan MAPK diperoleh dari Protein Data Bank, sedangkan struktur ligan katekin dan proantosianidin diperoleh dari PubChem. Preparasi protein dan ligan dilakukan menggunakan AutoDock Tools dan OpenBabel. Proses docking dilakukan menggunakan AutoDock untuk memprediksi afinitas ikatan antara ligan dan protein target. Interaksi ligan–protein dianalisis dan divisualisasikan menggunakan Discovery Studio Visualizer. Selain itu, dilakukan prediksi sifat farmakokinetik dan toksisitas menggunakan SwissADME dan ADMETlab untuk mengevaluasi parameter ADMET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katekin memiliki interaksi yang baik terhadap HER2, PI3K, dan MAPK dengan nilai binding affinity masing-masing −6,97; −6,78; dan −7,45 kkal/mol serta menunjukkan profil ADMET yang baik. Sementara itu, proantosianidin menunjukkan afinitas yang lebih rendah, yaitu −5,99 kkal/mol pada HER2, −2,74 kkal/mol pada PI3K, dan tidak stabil pada MAPK, serta memiliki profil ADMET yang kurang baik. Berdasarkan hasil tersebut, katekin berpotensi lebih baik sebagai kandidat agen antikanker payudara dibandingkan proantosianidin.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/370/FF-S1 |
| Uncontrolled Keywords: | ADMET, kanker payudara, katekin, molecular docking, proantosianidin. |
| Subjects: | F. FARMASI |
| Divisions: | Fakultas Farmasi > Sarjana Farmasi |
| Depositing User: | kadek gandarini |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 03:34 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 03:34 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8787 |
