PENGARUH NANOEMULGEL EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L.) TERHADAP PANJANG LUKA DAN EKSPRESI IL-1β PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus)

ERDIANA, PUTU DINDA (2025) PENGARUH NANOEMULGEL EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L.) TERHADAP PANJANG LUKA DAN EKSPRESI IL-1β PADA PENYEMBUHAN LUKA INSISI TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus). Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.

[thumbnail of Bab I-II] Text (Bab I-II)
905.FKG (2206122010037)-19-71.pdf - Other

Download (437kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
905.FKG (2206122010037).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Luka merupakan suatu kondisi patologis yang di tandai dengan rusak atau hilangnya jaringan tubuh, khususnya pada lapisan epitel maupun mukosa, yang terjadi akibat terganggunya sistem proteksi fisiologis atau homeostatis tubuh. Penyembuhan luka dapat ditingkatkan melalui penggunaan sediaan topikal yang mengandung bahan alami dengan aktivitas antiinflamasi dan regenerasi jaringan. Daun sawo manila (Manilkara zapota L.) diketahui memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang tergolong tinggi, berdasarkan uji fitokimia sawo manila memiliki kandungan saponin, fenol, steroid, trapenoid, alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka melalui modulasi respon inflamasi, termasuk penurunan ekspresi interleukin-1β (IL-1β). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nanoemulgel ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota L.) terhadap panjang luka dan ekspresi IL-1β pada luka insisi tikus Wistar (Rattus norvegicus). Jenis penelitian adalah eksperimental laboratoris secara in vivo menggunakan 24 ekor tikus jantan Wistar yang dibagi menjadi kelompok K0 yang diberi gel ekstrak daun sawo manila konsentrasi 6%; kelompok P1 yang diberi nanoemulgel ekstrak daun sawo manila konsentrasi 5%; P2 yang diberi nanoemulgel ekstrak daun sawo manila konsentrasi 6%; dan P3 yang diberi nanoemulgel ekstrak daun sawo manila konsentrasi 7%. Luka insisi diukur panjangnya pada hari ke-1 sampai hari ke-5, dan ekspresi IL-1β dianalisis secara imunohistokimia pada jaringan luka yang diambil pada hari ke-5. Data dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanoemulgel ekstrak daun sawo manila konsentrasi 5%,6%, dan 7% berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-1β dan berpengaruh lebih efektif dalam memperpendek panjang luka dibandingkan kelompok kontrol negatif (gel ektrak daun sawo manila 6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian nanoemulgel ekstrak daun sawo manila konsentrasi 5% secara signifikan paling efektif berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-1β dibandingkan kelompok kontrol dan perlakuan konsentrasi lebih tinggi, dan pemberian nanoemulgel ekstrak daun sawo manila 6% terbukti berpengaruh lebih efektif dalam memperpendek panjang luka. Penelitian ini mengindikasikan adanya potensi pemanfaatan ekstrak daun sawo manila sebagai bahan aktif dalam sediaan nanoemulgel yang ditujukan untuk terapi penyembuhan luka.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: R/905/FKG
Uncontrolled Keywords: nanoemulgel, ekstrak daun sawo manila, IL-1β, penyembuhan luka, luka insisi, tikus galur wistar
Subjects: F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry)
Divisions: Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi
Depositing User: Ni Kadek Gandarini
Date Deposited: 08 Sep 2026 03:17
Last Modified: 08 Sep 2026 03:17
URI: http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8784

Actions (login required)

View Item
View Item