HAVUI, EUGENIA HOSYANNA (2025) PENGARUH BERKUMUR LARUTAN EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha W.) TERHADAP pH SALIVA PADA ANAK REMAJA DI SMP NEGERI 1 SUKAWATI. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
896.FKG (2106122010051)-17-32.pdf - Other
Download (307kB)
896.FKG (2106122010051).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Saliva merupakan cairan pada rongga mulut yang disekresikan oleh kelenjar saliva. Derajat keasaman (pH) saliva normal berada pada rentang 6,8 – 7,0 dipengaruhi oleh jenis makanan, sekresi, serta laju aliran saliva. Derajat keasaman (pH) saliva menurun sesaat setelah mengonsumsi makanan berkarbohidrat. Karbohidrat yang dikonsumsi dengan segera dimetabolisme oleh bakteri dan menghasilkan produk asam. Kontrol plak dapat dilakukan secara kimiawi dan mekanis. Gerakan selama berkumur merupakan kontrol plak secara mekanis yang dapat merangsang sekresi saliva sehingga dapat menaikkan pH saliva. Daun salam (Eugenia polyantha W.) memiliki kandungan antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah berkumur menggunakan larutan ekstrak daun salam memiliki pengaruh terhadap pH saliva. Sampel sebanyak 27 orang siswa- siswi SMP Negeri 1 Sukawati dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok aquades, kelompok larutan ekstrak daun salam 30% dan kelompok konsentrasi 50%. Metode penelitian ini dilakukan dengan menginstruksikan sampel untuk puasa 2 jam sebelum diambil salivanya. Sampel diinstruksikan untuk mengunyah 1 lembar roti tawar sebagai baseline. Setelah itu saliva dikumpulkan dengan metode spitting selama 3 menit sebanyak 3 kali. Sampel pada tiap kelompok diinstruksikan untuk berkumur selama 30 detik sesuai pengelompokkannya. Setelah itu saliva kembali dikumpulkan dengan metode spitting dan seluruh pH saliva sebelum dan sesudah berkumur diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rerata pH saliva sebelum perlakuan tidak memiliki perbedaan yang besar karena memiliki baseline yang sama. Rerata pH tiap kelompok perlakuan sebelum dan sesudah berkumur mengalami peningkatan, namun hanya pada konsentrasi 30% dan 50% yang memiliki selisih lebih besar. Rerata pH sebelum dan sesudah pada kelompok aquades sebesar 6,27 menjadi 6,29 (selisih 0,02), kelompok larutan ekstrak daun salam konsentrasi 30% sebesar 6,20 menjadi 6,29 (selisih 0,09) dan kelompok konsentrasi 50% sebesar 6,30 menjadi 6,48 (selisih 0,48). Uji Post Hoc Tukey sesudah perlakuan menunjukkan bahwa kelompok larutan ekstrak daun salam konsentrasi 50% memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok aquades dan kelompok konsentrasi 30%. Kelompok aquades tidak berbeda signifikan degan kelompok larutan ekstrak daun salam konsentrasi 30%.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/896/FKG |
| Uncontrolled Keywords: | berkumur, pH saliva, daun salam |
| Subjects: | F. KEDOKTERAN GIGI (Dentistry) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Pendidikan Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Ni Kadek Gandarini |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 02:50 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 02:50 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8781 |
