SEPTIAWAN, I MADE BUDI (2025) MAKNA KISAMA DAN TEMEE DALAM ANIME JOJO NO KIMYOU NA BOUKEN FANTOMU BURADDO. Other thesis, Universitas Mahasaraswati Denpasar.
111.FBA-JPG (2108792040030)-14-30.pdf - Other
Download (2MB)
111.FBA-JPG (2108792040030).pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (13MB)
Abstract
Penelitian ini menganalisis tentang sinonim pada kata nomina kisama dan temee dalam anime Jojo no Kimyou na Bouken Fantomu Buraddo. Kata kisama dan temee merupakan kata ganti untuk orang kedua dalam Bahasa Jepang yang memiliki konotasi yang sangat kasar, serta penggunaanya juga cukup bervariasi tergantung pada konteks pembicaraan. Penelitian ini menggunakan teori makna kontekstual yang diuraikan oleh Pateda (2010) untuk menganalisis makna kontekstual dan teori conceptual meaning yang dikemukakan oleh Leech (2016) untuk menganalisis persamaan dan perbedaan dari kata kisama dan temee. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat yaitu menyimak dan mencatat dialog dalam anime Jojo no Kimyou na Bouken Fantomu Buraddo, lalu data dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian, makna kata kisama dan temee dipengaruhi oleh konteks individu, situasi, suasana hati, dan tujuan. Konteks individu, makna kata kisama adalah merendahkan, dominasi, dan sebagainya. Konteks situasi, penghinaan, menunjukan dominasi, dan sebagainya. Konteks suasana hati, kebencian, superioritas, niat membunuh, dan sebagainya. Konteks tujuan, merendahkan, meremehkan, mengintimidasi, dan sebagainya. Sedang makna kata temee, konteks individu, meremehkan, dominasi, dan sebagainya. Konteks situasi, dominasi, penegasan posisi, konfrontasi, dan sebagainya. Konteks suasana hati, kemarahan, ejekan sarkastik, marah, dan sebagainya. Konteks tujuan, penghinaan, intimidasi secara verbal, memprovokasi, dan sebagainya. Kedua kata ini memiliki nuansa makna yang berbeda tergantung pada konteks penggunaannya. Kata kisama lebih sering digunakan dalam situasi menegangkan ketika karakter ingin menunjukan dominasi, superioritas dan dalam ekspresi kemarahan yang lebih terkontrol, sedangkan kata temee lebih sering digunakan dalam keadaan lebih emosional dan spontan dengan nada yang lebih merendahkan, seperti ketika menunjukan rasa frustasi atau marah.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | R/111/FBA-JPG |
| Uncontrolled Keywords: | kisama, temee, semantik, makna kontekstual, anime |
| Subjects: | F. BAHASA ASING > Sastra Jepang |
| Divisions: | Fakultas Bahasa Asing > Sastra Jepang |
| Depositing User: | Ni Kadek Gandarini |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 06:45 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 06:45 |
| URI: | http://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/8701 |
